Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kawasan Kali Ciliwung

taruhan online 1

Dedi Supriyadi (39) ditemukan tewas di sekitaran kali Ciliwung Rabu siang tanggal 21 Agustus 2019 setelah uangnya hasil menang taruhan online dirampok.

Seorang warga yang sedang ingin memancing di area kali Ciliwung mencium aroma-aroma yang kurang sedap, atau lebih tepatnya aroma busuk. Setelah warga tersebut mendekat ternyata ada sebuah mayat yang dibungkus dengan plastik hitam besar. Warga tersebut langsung cepat- cepat memanggil polisi agar mayat tersebut segera diamankan.

Polisi segera melakukan otopsi dengan mayat tersebut, dan telah dipastikan bahwa identitas mayat di kali Ciliwung tersebut bernama Dedi Supriyadi berumur 39 tahun yang merupakan guru matematika di sebuah sekolah swasta di daerah Jakarta Utara. Dedi tewas dengan cara ditusuk dari belakang oleh pelaku, terdapat tiga tusukan di punggung korban.

Setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut, kronologi peristiwa ini berlangsung ketika Dedi yang hendak pulang mengajar, ingin mengambil uang di bank dekat sekolahnya, menurut beberapa kerabat yang sempat ngobrol dengan Dedi sebelum insiden ini terjadi, Dedi mengaku baru saja memenangi sebuah jackpot hasil bermain slot games di situs taruhan online BK8 Indonesia yang sudah dia mainkan sejak lama.

Setelah ditelusuri jumlah nilai undian yang berhasil Dedi menangkan adalah sebesar 175 juta rupiah. Setelah mengetahui kalau dia memenangi uang sebesar itu, tanpa berpikir panjang Dedi ingin langsung mengambil hadiah tersebut secara tunai.

Menurut saksi, di dalam bank tersebut sudah ada 2 orang laki-laki yang sudah mengincar Dedi, pada hari itu kebetulan Dedi sedang tidak membawa sepeda motor, jadi Ia harus berpergian dengan kendaraan umum dan berjalan kaki. Saat Dedi berada di jalanan yang sepi, sang pelaku langsung saja menabrak Dedi dari belakang dengan sepeda motor, dan saat sudah terjatuh Dedi dipukuli dan pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusuk Dedi sebanyak 3 kali di bagian punggung dan saat itu dia meninggal seketika.

Tanpa berpikir panjang, pelaku langsung membungkus mayat Dedi dengan plastik hitam dan membuangnya ke kali. Tas Dedi yang berisikan uang serta dompet dibawa kabur oleh pelaku.

Keluarga Dedi sempat khawatir karena Dedi tidak pulang-pulang ke rumah, istri Dedi, Satiyem, mengaku bahwa Dedi merupakan pribadi yang baik dan sabar serta sangat giat dalam mencari uang tambahan. Satiyem menjelaskan kalau Dedi sering memberikan penghasilan tambahan lewat taruhan online yang dimainkannya di internet.

Saat 2 hari Dedi tidak pulang ke rumah, Satiyem malah mendapatkan berita duka kalau suaminya sudah meninggal karena dibunuh oleh manusia tidak berhati.

Selang 2 minggu dari insiden penemuan mayat Dedi, polisi berhasil melacak tersangka pembunuhan, dan telah berhasil ditemukan di daerah Kampung Bandan, Jakarta Utara. Tersangka 1 bernama Boas, tersangka 2 bernama Anton, keduanya memang sudah terkenal sebagai preman di kawasan Jakarta Utara. Mereka sudah sering kali melakukan perampokan di daerah daerah sepi di kawasan Ancol, Tanjung Priuk, Pademangan, dan Mangga Dua. Sasaran utama mereka memang adalah orang yang sedang
berjalan sendirian.

Pada momen itu sayangnya Dedi Supriyadilah yang menjadi korban dari kekejaman mereka. Boas dan Anton langsung diamankan polisi dan dibawa menuju polsek terdekat sampai akhirnya harus mendatangi pengadilan.

Setelah proses pengadilan, Boas dan Anton dikenai hukuman 30 tahun penjara dan mereka masing masing harus membayar denda sebesar 200 juta rupiah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*